Jagongan Kalurahan bersama Kanjeng Yudhonegoro, Sederhana Namun Bermakna
Girikerto –Jagongan Kalurahan ‘mampir’ ke Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Acara yang dihadiri dan dipimpin langsung oleh KPH. H. Yudanegara, Ph.D. selaku Kepala Bagian Bina Pemerintahan Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren pada Biro Tata Pemerintahan Setda DIY di mulai pada hari Jumat (23/4/2021) sebelum sholat tarawih dan berakhir pada sabtu (24/4/2021) pagi pukul 08.00 WIB.

Membawa Rombongan
KPH. H. Yudanegara, Ph.D yang akrab disapa Kanjeng Yudhanegara ini mengajak rombongan yang terdiri dari BPBD DIY, Kepala Dinas Pemerintahan Kalurahan Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Panewu Tempel, dan Panewu Turi. Kanjeng Yudhanegara datang Bersama rombongan untuk Bersama-sama mendengarkan aspirasi dan segala uneg-uneg yang dirasakan, baik Pemerintah Kalurahan Girikerto pada khususnya dan warga Girikerto pada umumnya.
Kanjeng Yudanegara mengawali acara Jagongan Kalurahan dengan mengikuti ibadah salat tarawih bersama warga masyarakat di Masjid Al-Qodr di Dusun Nangsri Lor. Selepas ibadah salat tarawih Kanjeng Yudanegara menyempatkan diri menyapa jemaah dan juga menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid. “Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dapat mewakili Kraton Yogyakarta dan Biro Tata Pemerintahan Setda DIY untuk bertemu dengan masyarakat”, ujar Kanjeng Yudanegara dalam sambutannya kepada warga masyarakat yang hadir.

Rangkaian acara “Jagongan Kalurahan” dilanjutkan dengan diskusi di joglo Lurah Girikerto. Kanjeng Yudanegara berjalan kaki menuju lokasi yang kuang lebih berjarak sekitar 200 meter dari Masjid Al-Qodr Bersama-sama masyarakat. Acara diskusi dikemas secara santai namun serius, sambil menikmati hidangan lokal khas Kalurahan Girikerto. Acara diskusi di joglo Lurah Girikerto dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Masyarakat yang hadir diwajibkan mengenakan masker dan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.
Beberapa rekomendasi maupun solusi disampaikan oleh Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap beberapa permasalahan yang disampaikan masyarakat di bidang pertanian dan industri pertanian, peningkatan dan pemanfaatan sumberdaya air, kerusakan infrastruktur jalan kalurahan, bidang peningkatan kebudayaan, serta penanggulangan kebencanaan.
Pada bidang pertanian misalnya, muncul permintaan warga masyarakat untuk mengembangkan tanaman pala dan industri penyulingan minyak pala. Masukan ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman. Dalam RPJMKal Girikerto juga sudah terdapat rencana penyiapan lahan tanaman pala.
Pada bidang kebudayaan, terdapat permintaan dari masyarakat terkait bantuan perangkat gamelan dan pertunjukan pentas seni secara daring. Kanjeng Yudanegara mengarahkan permintaan warga tersebut pada Pemerintah Kabupaten Sleman, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman bersedia memenuhi permintaan tersebut.
Kemudian khusus mengenai pelepasan tanah untuk hunian warga terdampak bencana Merapi, Kanjeng Yudanegara meminta Lurah Girikerto untuk berkirim surat kepada Pemerintah Daerah DIY dengan tembusan Biro Tata Pemerintahan Setda DIY. Selanjutnya beliau akan mengkordinasikan persoalan tersebut dengan OPD yang terkait.

Di akhir sesi diskusi, Kanjeng Yudanegara menekankan kembali pentingnya kalurahan untuk melestarikan kebudayaan lokal, karena selain memperkuat identitas keistimewaan DIY, juga menambah daya tarik wisata di kalurahan setempat. Ditambah lagi, pelibatan BUMDes dalam mengelola atraksi budaya dan pariwisata, yang tentu berkontribusi dalam peningkatan PADes, di samping menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat. Acarapun ditutup pada pukul 23.30 WIB, yang dilanjutkan dengan acara sesi foto bersama.

