NGROWHOD

Dalam kehidupan, manusia tidak pernah lepas dari budaya dan adat istiadat. Keberadaan budaya amatlah penting, karena berfungsi sebagai identitas dan ciri khas. Tidak heran, setiap kelompok atau golongan masyarakat tertentu memiliki budaya yang berbeda-beda. Salah satunya di desa Girikerta, Kecamatan Turi, Kab. Sleman DIY yang melaksanakan  Upacara Ngrowhod. Masyarakat Kalurahan Girikerto Kapanewon Turi Kabupaten Sleman adalah masyarakat homogen yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Dari jumlah penduduk ±7.795 jiwa yang menempati 13 Padukuhan terbagi dalam 27 RW 67 RT kental dengan budaya atau tradisi warisan leluhur.

Ngrowhod atau Ngleluri Ombyaking Warga Hametri Kuncara Desa sebenarnya mengacu pada kebiasaan baik nenek moyang yang mengurangi kesenangan dan kenikmatan duniawi dengan cara berpuasa ngrowot. Puasa ngrowot adalah puasa dengan hanya memakan jenis makanan yang disebut krowotan, seperti ubi, ketela, talas,uwi, gadung, ganteng dsb. Semua makanan tersebut merupakan jenis pala Kapendhem yang terpendam didalam tanah. Upacara Ngrowhod merupakan acara tahunan yang dilaksanakan masyrakat desa Girikerto sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala anugrah yang telah diterima baik berupa pelimpahan rejeki, hasil panen dan terhindar dari musibah. Ngrowhod dilaksanakan sesuai dengan warisan budaya yang secara turun temurun tumbuh berkembang dengan baik selain harus disyukuri juga harus dijaga kelestariannya.

Melestarikan budaya adalah tugas kita seluruh rakyat Indonesia. Sebagai negara yang berbudaya, dimana beragamnya budaya di Indonesia, patut kita jaga budaya tersebut agar tidak diklaim oleh negara lain sebagai budayanya. Setiap budaya yang ada di negeri ini wajib menjadi tang­gungjawab kita untuk dilestarikan. Bagi masyarakat Girikerto kegiatan Upacara Ngrowhod ini adalah untuk pelestarian alam dan budaya yang telah mengakar secara turun menurun agar warga masyarakat mempunyai suatu kesepahaman dan kebersamaan. Lebih-lebih akibat dari kemajuan zaman yang sangat pesat maka harus ditanamkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikan budaya diri sebagai warga masyarakat Girikerto.

wajib menjadi tang­gungjawab kita untuk dilestarikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Help-Desk