Ini dia Rumah Bersejarah yang ada di Kalurahan Girikerto, yaitu Rumah Sejarah Bapak Wignyo
Rumah Jogio Khas Mataram terletak di Padukuhan Glagahombo, Girikerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Rumah Joglo dengan khas Mataram ini memiliki berbagal sumber cerita. Namun menurut Mbah Wignyo Santoso selaku pengurus yang diwariskan untuk mengelola secara turun-temurun, Rumah Joglo ini berdiri sejak tahun 1896 akan tetapl menurut Dinas Budaya Dl Yogyakarta berdiri sejak 1816.
Menurut silsilah yang didapati Rumah Joglo Ini awal ditempati oleh Rekso Dikromo kemudian diteruskan oleh Mertosetomo selaku kakek dari Mbah Wignyo Santoso sekaligus Lurah pertama Kalurahan Girikerto. Menurut cerita yang disampaikan Mbah Santoso Rumah Joglo Mataram ini memiliki ciri khas tersendiri.
Rumah Joglo Mataram ini memiliki ciri khas tersendiri seperti tekstur ukir kayu yang kasar yang bisa dibilang sangat sederhana, kemudian memiliki salah satu ciri khas yang identik yaitu berupa ukiran kayu yang membetuk busur panah yang menyudut pada bagian tengah, lalu pintu utama berada ditengah, memiliki jendela yang besar, mempunyai atap tanjung, adanya lampu penerangan utama yang berada ditengan ruang utama dan memiliki sumur yang berada disisi kiri rumah. Rumah Joglo Mataram ini sendiri ditinggali oleh Mbah Santoso beserta keluarganya. Menurut informasi yang didapati Rumah Joglo Mataram ini tidak banyak yang direnovasi, hanya berupa perbaikan atap saja.
Kemudian Rumah Joglo Mataram telah mendapatkan penghargaan berupa Bangunan Rumah Tradisional Jawa yang diresmikan oleh Sultan Hamengku Buwono X pada 22 Agustus 2016. Rumah Joglo ini pernah digunakan sebagai Kantor pertama Kalurahan Girikerto, lalu digunakan untuk balai pertemuan Sultan Hamengku Buwono IX, tempat pengajian, gereja sementara, bahkan pernah menjadi tempat pertemuan ibu negara pertama yaitu Ibu Fatmawati. “Ibu Fatmawati datang berkujung Bersama Mas Guntur, putranya, pada saat erupsi merapi sekitar tahun 1849 memberikan bantuan kepada masyarakat”, ujar Mbah Santoso.
Selain itu dahulu Rumah Joglo Mataram ini digunakan sebagai barak atau tempat pertemuan para pahlawan melawan penjajah. Buat kamu yang penasaran silakan datang berkunjung. Tepatnya di Padukuhan Glagahombo Tr III/75, RT 20/RW 04, Kalurahan Girikerto, Turi, Sleman.





